Tanaman Bayam berbentuk perdu atau semak, berdaun tunggal dengan ujung meruncing, lunak dan lebar. Batangnya lunak dan berwarna hijau keputih-putihan, putih kemerah-merahan, atau hijau. Bunga berukuran kecil muncul dari ketiak daun dan ujung barang pada rangkaian tandan. Bayam mengandung alpha-lipoic yang terbukti dapat menurunkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin serta mencegah perubahan oksidatif yang dipicu stres pada pasien diabetes. Selain manfaat tersebut, bayam ternyata juga dapat menurunkan risiko neuropati perifer dan otonom pada penderita diabetes. Tetapi Bayam memiliki kandungan serat dalam jumlah cukup tinggi. Hal ini membuat tubuh memerlukan waktu lama untuk mencernanya. Maka dari itu, jika sayuran hijau ini dikonsumsi secara berlebihan bisa meningkatkan risiko diare. Selain itu, bayam juga dapat mengganggu saluran pencernaan seperti perut kembung dan lainnya.
Di tingkat konsumen, dikenal dua macam bayam sayur: bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik berdaun lebar dan tumbuh tegak besar (hingga dua meter) dan daun mudanya dimakan terutama sebagai lalapan (misalnya pada pecel, gado-gado), urap, serta digoreng setelah dibalur tepung. Daun bayam cabut berukuran lebih kecil dan ditanam untuk waktu singkat (paling lama 25 hari), lebih cocok untuk dibuat sup encer seperti sayur bayam dan sayur bobor. Bayam petik biasanya berasal dari jenis A. hybridus (bayam kakap) dan bayam cabut terutama diambil dari A. tricolor. Jenis-jenis lainnya yang juga dimanfaatkan adalah A. spinosus (bayam duri) dan A. blitum (bayam kotok).

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.