Sejumlah masyarakat Indonesia tengah menggandrungi tanaman hias semenjak pandemi melanda. Seperti hal nya tanaman keladi yang menjadi salah satu primadona saat ini. Nama keladi diambil dari nama ilmiahnya yang disebut dengan caladium. Caladium termasuk ke dalam famili Araceae atau suku talas-talasan.
Meski sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia, nyatanya tanaman ini bukan berasal dari Indonesia. Nenek moyang dari tanaman ini diketahui berasal dari hutan Amazon serta kawasan Amerika Selatan seperti Brazil, Argentina, Peru, Kolombia, dan Venezuela yang beriklim tropis. Pesona Sang Sayap Bidadari oleh Nuheti Yuliarti, Walaupun asal-usulnya dari kawasan benua Amerika, Budidaya tanaman hias keladi dilakukan di benua Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 1700-an. Untuk Amerika sendiri baru mulai membudidayakan tanaman cantik ini pada awal abad ke-20.
Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1 m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias pekarangan. Tanaman keladi memiliki ciri utama dengan daun yang melebar berbentuk anak panah atau kuping gajah. Selain itu, daya tarik dari tanaman ini terletak pada corak dan keindahan warna daunnya. Pada mulanya, ragam bentuk dan corak warna daun ini tidak semasif sekarang.
Terdapat tujuh jenis Caladium, semuanya dari hutan Brazil hingga Amerika Tengah. • Caladium bicolor
• Caladium humboldtii
• Caladium lindenii
• Caladium paradoxum
• Caladium schomburgkii
• Caladium ternatum
Pada musim kering biasanya dorman (kehilangan daun) dan tumbuh kembali bila ketersediaan air mencukupi.
Kita perlu merawat tanaman keladi. Terdapat 4 Cara Merawat Tanaman Keladi Sebagai Berikut :
• Menyesuaikan penyiramannya dengan iklim.
• Memberi pencahayaan yang cukup.
• Suhu dan Kelembapan.
• Memberi Pupuk.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.